Mengenal 2 Jenis Hemofilia pada Anak

Berhati-hatilah untuk para orang tua ketika anaknya mengalami pendarahan seperti terjatuh, kemudian darah tersebut tak kunjung kering itu tandanya si anak mengalami hemofilia. Hemofilia adalah suatu penyakit yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembengkakan darah bila mana terjadi pendarahan.

Mengenal 2 Jenis Hemofilia pada Anak

Hemofili terjadi karena anak kekurangan faktof-faktor yang dapat membentuk pembekukan darah. Hampir dipastikan, anak memiliki bakat menderita hemofilia karena faktor keturunan. Pebawa penyakit hemofilia adalah keturunan dari orang tua yang diturunkan kepada anaknya. Hampir sulit menemukan kasus terjadinya hemofilia yang disebabkan oleh faktor lain  selain keturunan atau bawaan.

2 jenis hemofilia

 

1. Hemofilia A yang dikenal dengan nama hemofila klasik. Hal ini disebabkan karena hamofilia A merupakan jenis hemofilia yang banyak terjadi pada masyarakat termasuk anka-anak. Hemofila jenis ini muncul karena faktor keturunan dan banyak terjadi kasusunya di dalam dunia medis.

Hemolifi jenis A ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibandungan wanita. Wanita biasanya hanya bersifat membawakan hemofilia dan jarang menderita hemofilia A. Namun apabila ada wanita yang mengalami hemofilia, biasnaya disebbakan oleh duahal yaitu sanga ibu sudah membawa bakat hemofilia dan ayanhya yang juga seorang hemofilia.

2. Hemofilia B dikenal dengan nama Chritmas disese yang diambil dari nama penemunya, Seteven Christmas asal kanada. Jenis hemofilia ini kekuranagn faktor IX protein darah sehingga menyebabkan masalah pada pembekukan darah.

Baik hemofilia A ataupun B kedunya adalah penyakit yang jarang ditemukan. Hemofila jenis A terjadi sekurang-kurangnya 1 diantara 10.000 orang dan hemofila jenis B lebih jarang ditemukan yaitu diantara 50.000 orang.

2 Jenis hemofilia tersebut juga dapat bervareasi dalam tingkat keparahannya tergantung pada tipe mutasi (kerusakan genetik) yang terjadi. Derajat gejala tergantung pada kelurag faktor pembekuan yang terkena. Penyakit hemofilia berat didefinisikan sebagai aktivitas faktor <1%, 1% sampai 50% aktivitas faktor dikategorikan sebagai penyakit yang sedang dan lebih besar dari 5% merupakan akivitas faktor penyakit ringan. Luas perdarahan juga tergantung pada keparahan (jumlah aktivitas faktor) dan adalah serupa pada kedua jenis hemofilia A dan B.