Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak dan mereka tak bisa diam dalam jangka waktu yang lama. Anak yang hiperaktif tampak kesulitan mendengarkan dan mengikuti aturan. Bahkan mungkin mereka berkinerja buruk disekolah, mendapatkan nilai yang buruk serta menunjukkan masalah perilaku. Maka tak heran jika para orangtua dan guru kelabakan dalam mengawasi anak yang hiperaktif.

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Adapun untuk penyebab anak hiperaktif sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun besar kemungkinan penyebab anak hiperaktif adalah keturunan. Anak yang hiperaktif memiliki setidaknya 1 dari anggota keluarganya yang saat kecil juga mengalami masalah hiperaktif. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi anak yang hiperaltif ? sampai saat ini masih belum ada metode untuk mengatasi anak yang hiperaktif, namun para orangtua jangan dulu cemas jika belum melakukan beberapa cara seperti berikut ini.

1. Membuat aturan
Banyak orang tua yang memilih utuk berumah tangga yang santai tanpa aturan. Gaya pengasuhan yang santai ini tidak berpengaruh untuk banyak anak-anak, namun untuk anak yang hiperaktif cenderung memiliki masalah dalma lingkungan yang aturannya tidak jelas.

2. Menyediakan waktu
Menyediakan waktu yang dimaksud adalah para orang tua sebaiknya menyediakan waktu untuk rileks bersama anak misalnya dengan mendengarkan musik yang menyenangkan bersama sambil memberikan pelukan hangat.

3. Tanya anak.
Jika anak merusak mainanya atau berbuat onar, tanyakan baik-baik ke anak alasan ia melakukannya. Dalam mendisiplinkan anak sebaiknya para orang tua jangan larut dalam emosi kemarahan anak.

4. Pastikan anak mendapatkan kegiatan tambahan.
Kegiatan tambahan yang bisa anak lakukanlah karate, renang, atau olahraga. Dengan kegiatan tambahan tersebut, anak akan punya sebuah tempat yang bisa digunakan untuk melampiaskan hiperaktifnya tersebut.

5. Menjarkan anak diam
Mesikipun anak banyak tingkat, namun para orang tua harus membuatnya mengerti bahwa ada saat dimana tidak boleh hiperajtif yaitu pada  saat makan.

6. Berhati-hati dalam memilih sekolah
Untuk para orang tua sebaiknya berhati-hati ketika memasukkan anak yang hiperkatif ke sekolah. Pilihan sekolah akan menentukan perkembangan sifatnya dikemudian hari.

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan mengenai Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif. Semoga informasi ini bisa menjadikan solusi untuk para orang tua yang memiliki anak hiperaktif.